Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Masjid Jin

Masjid Jin terletak di dekat Ma’la. Dinamakan Masjid Jin, karena ada sekelompok Jin (Kelompok Zuwaima’ah, Ham bin Him bin Iyas bin Iblis) sepakat berbai’at mengakui Nabi Muhammad Saw. adalah utusan Allah Swt. Masjid Jin ini ada kaitannya dengan riwayat tentang jin yang dijelaskan dalam firman Allah Swt:


وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ
 قَالُوا۟ يَٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ
 يَٰاقَوْمَنَآ أَجِيبُوا۟ دَاعِىَ ٱللَّهِ وَآمِنُوا۟ بِهِۦ يَغْفِرْ لَكُم مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِي
 

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) al-Qur'an, maka ketika mereka menghindari (pembacaannya) mereka berkata, "Diamlah kamu! Untuk mendengarkannya". Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk memberi peringatan).
Mereka berkata, "Wahai kaum kami! Sungguh kami telah mendengarkan kitab (al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
Dan barangsiapa yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksaan Allah di bumi, padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah, mereka berada dalam kesesatan yang nyata
(QS. aL-Ahqaf: 29-32).

Ziarah di Makkah berbeda dengan ziarah di Madinah, karena ziarah di Madinah termasuk dalam kontrak paket penyewaan pemondokan, menjadi tugas majmu'ah. Sedangkan di Makkah tidak demikian sehingga bagi jamaah yang mau berziarah hendaknya merencanakan melalui karu, karom dan ketua kloternya dengan biaya ditanggung masing-masing jamaah.