Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

HIKMAH ZIARAH

Ziarah sesuai dengan hukum dasarnya adalah jaiz dan dapat menjadi sunnah dapat pula menjadi makruh atau haram tergantung dari orang-orang yang melaksanakan ziarah itu sendiri bagaimana ia mensikapi pelaksanaan ziarah tersebut.

Apabila ia berziarah semata-mata karena Allah Swt, maka ziarahnya menjadi ibadah baginya, akan tetapi apabila ziarahnya hanyalah sekedar mengambil i’tibar atau nilai pelajaran atas yang didapatnya, maka ziarahnya menjadi sunnah baginya.

Sebaliknya pula, apabila ziarahnya hanya semata-mata karena dorongan nafsu dan atas pertimbangan lain yang tidak dibenarkan agama yang dapat merusak akidah keislamannya, maka ziarah tersebut menjadi ziarah yang makruh bahkan haram dan di azab di sisi Allah Swt.

Oleh karenanya hikmah yang dapat dipetik dari ziarah itu adalah:

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., dan menambah rasa cinta terhadap ajaran-ajaran agama yang hal ini termasuk di dalam pemahaman firman Allah Swt.:

قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Katakanlah (wahai Muhammad) berjalanlah di atas persada bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat perbuatan kaum yang mendustakan agama
(QS. Al-An’am: 11)

2. Mengambil pelajaran berdasarkan apa yang ditemukannya dalam pelaksanaan ziarahnya untuk kepentingan hidupnya yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Sikap seperti ini termasuk yang dimaksudkan firman Allah Swt.:

فَٱعْتَبِرُوا۟ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَبْصَٰرِ  

Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berfikir.
(QS. Al-Hasyr: 2)