Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Apa hukumnya orang sakit yang dibawa ke kota Makkah, padahal sebelumnya dia berkeinginan melaksanakan ibadah haji/umrah?

Wajib memasuki kota Makkah dalam keadaan ihram, akan tetapi dianjurkan isythirat (ihram bersyarat). Apabila karena penyakitnya terpaksa tidak dapat menyelesaikan hajinya, maka boleh ia bertahallul (melepas ihramnya) tanpa membayar dam dan apabila akan melaksanakan hajinya nanti dia mengambil miqat dari rumah sakit atau rumah kediaman.

Niat ihram bersyarat adalah sebagai berikut :

لَبَيْكَ اَللّهُمَّ حَجًّا . فَإِنْ حَبَسَنِيْ حَا بِسٌ 

للّهُمَّ فَمَحَلِّى حَيثُ حَبَسَنِىْ

Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji. Tetapi jika aku terhalang oleh sesuatu, ya Allah, maka aku akan bertahallul di tempat aku terhalang itu.  

Apabila penyakitnya tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadahnya (thawaf - sa'i), maka dianjurkan tidak perlu diihramkan dengan niat kepergian ke Makkah sebagai perawatan/pengobatan lanjutan (rujukan sakit).