Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah

  1. Turun dari pesawat dengan tertib, jangan lupa tas tentengan dan paspor.
  2. Menunggu di ruang yang tersedia untuk pemeriksaan imigrasi.
  3. Antri dengan teratur di loket yang telah ditentukan sambil menunjukkan Paspor kepada Petugas Imigrasi Arab Saudi, laki-laki bersama laki-laki dan perempuan bersama perempuan.
  4. Beberapa tahun terakhir pihak imigrasi Arab Saudi memberlakukan pengambilan sidik jari dan foto untuk setiap jamaah haji.
  5. Pemeriksaan badan oleh Petugas Arab Saudi dalam kamar tertutup, antara laki-laki dan perempuan terpisah, pemeriksaan bagi laki-laki oleh petugas laki-laki dan perempuan oleh petugas perempuan, tidak diperkenankan memberi barang, uang dan apapun kepada petugas tersebut.
  6. Mengambil koper masing-masing untuk diperiksa barang bawaannya oleh Petugas Bea Cukai Arab Saudi.
  7. Setelah selesai diperiksa dan diberi tanda, kemudian jamaah keluar gate dengan tertib.
  8. Barang bawaan diserahkan kepada petugas pengangkut barang (‘ummal) untuk diangkut dengan troli menuju bus sesuai dengan rombongan.
  9. Kamar mandi pria dan wanita disediakam secara terpisah, kamar mandi/WC bagi wanita ditandai dengan gambar kepala wanita berjilbab, dan kamar mandi/WC bagi pria ditandai dengan gambar kepala laki-laki berjenggot, masuk keluar kamar mandi harus berpakaian yang menutup aurat. Jangan sampai barang-barang ketinggalan.
  10. Penggunaan kran dengan cara cukup ditekan, air akan keluar dan otomatis akan berhenti sendiri.
  11. Jamaah haji yang melalui Bandara AMAA Madinah, tidak diistirahatkan lebih dahulu di ruang khusus sehingga begitu keluar gate langsung naik bus untuk selanjutnya diberangkatkan ke pemondokan Madinah.
  12. Meskipuan regu/rombongan sudah terbentuk dari Tanah Air dan diharuskan menjaga  keutuhannya di setiap tempat, namun karena kapasitas bus tidak sama, maka untuk mengisi tempat duduk yang ada, regu dan rombongan dapat dipecah untuk sementara waktu selama dalam perjalanan, dan setibanya di pemondokan anggota regu/rombongan yang terpisah dapat bersatu kembali.