Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Madinah

  1. Turun dari bus dengan teratur dan menempati pemondokan yang telah ditentukan. Pemondokan di Madinah disediakan bagi jamaah haji untuk waktu 8 hari ditambah 12 jam guna memberi kesempatan melaksanakan shalat 40 waktu ('arbain) di Masjid Nabawi dan ziarah. Pelaksanaan ziarah diatur waktunya oleh majmu'ah dan Ketua Kloter pada hari ke-3 (tiga) setelah kedatangan.
  2. Penempatan jamaah haji dilakukan oleh majmuah (group). Gedung yang ditempati jamaah haji semuanya bertingkat, gedung yang bertingkat 4 ada yang menggunakan lift dan ada yang menggunakan tangga, sedang gedung yang lebih dari 4 tingkat menggunakan lift. Karena kapasitas lift terbatas maka penggunaannya perlu antri, dianjurkan bagi jamaah haji yang fisiknya kuat naik tangga supaya tidak berdesak-desakan, sebelum menggunakan lift pelajari terlebih dahulu penggunaanya dan berhati-hati.
  3. Jika naik atau turun dengan menggunakan tangga berjalan (eskalator) hati-hati agar pakaian tidak tersangkut.
  4. Penempatan jamaah di Pemondokan sesuai dengan tasrih (pengesahan kapasitas dan kelayakan pemondokan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi), sehingga masing-masing kamar bervariasi kapasitasnya berdasarkan tasrih tersebut.
  5. Selama di Madinah pelayanan yang diberikan oleh majmu'ah (group) antara lain pengaturan penempatan jamaah haji di kamar-kamar, penyediaan air di pemondokan, penyediaan tenaga angkut untuk mengangkut barang-barang jamaah haji serta menyediakan pembimbing (mursyid) dan bus untuk ziarah secara gratis.
  6. Ketua regu dan ketua rombongan membantu dalam penempatan kamar agar jamaah haji laki-laki dan perempuan terpisah.
  7. Waspada terhadap kemungkinan kehilangan uang dan barang berharga baik di pemondokan maupun di Masjid/tempat lainnya, sebaiknya dititipkan di safety box pemondokan.
  8. Kamar tidur juga digunakan untuk menaruh koper, tas, dsb. di samping tempat untuk makan.
  9. Di pemondokan disediakan kamar mandi, untuk memakainya agar antri dan menjaga kebersihan serta kenyamanannya.
  10. Keluar masuk kamar mandi harus berpakaian yang menutup aurat, demikian pula ketika dalam kamar maupun keluar kamar.
  11. Perhatikan lokasi pemondokan tempat tinggal, nama majmu'ah, nomor rumah dan wilayah dengan cara mengingat tanda-tanda yang mudah dikenal sebelum berangkat ke Masjid Nabawi, agar kembalinya tidak sesat jalan.
  12. Berangkat ke Masjid Nabawi dianjurkan secara beregu (berombongan), dan sebelum berangkat hendaknya mematikan peralatan elektronik, mengunci koper, dan kamar.
  13. Jamaah perempuan yang sedang haid/sakit sebaiknya tinggal di pemondokan dan ditemani mahram/temannya serta mengunci pintu kamar.
  14. Selama di Madinah sebaiknya melaksanakan shalat farhdu berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 (empat puluh) waktu (arba'in) dan shalat sunnah, serta berziarah ke makam Rasulullah Saw. dan dua sahabatnya (Abu Bakar ra. Dan Umar ra.), serta berziarah ke Baqi.
  15. Selama di Madinah hendaknya tetap menjaga kondisi kesehatan.
  16. Selama di Madinah mendapat makan 2 (dua) kali sehari, makan siang dan malam dalam bentuk box, pembagiannya diatur oleh Ketua Rombongan.
  17. Makan dan minumlah secara teratur dengan memilih makanan yang bersih dan terlindungi dari pencemaran.
  18. Gunakan pakaian yang tebal untuk mengurangi rasa dingin.
  19. Jangan sering mandi, cukup sekali sehari, dan paling banyak 2 (dua) kali sehari, serta jangan menggunakan sabun yang mengandung soda.
  20. Gunakan masker untuk mencegah masuknya debu dan kuman ke saluran pernafasan, ketika berada di luar masjid dan pemondokan.
  21. Jangan menerima tamu dalam kamar karena akan mengganggu yang lain.
  22. Perhatikan rambu lalu lintas, tengoklah ke kanan atau ke kiri apabila akan menyeberang jalan.
  23. Waspada dan hati-hati dengan uang dan barang berharga yang dibawa selama berada di Masjid Nabawi dan tempat yang berdesak-desakkan, seperti di Raudhah.
  24. Setelah hari ke-2 atau ke-3 kedatangan, bagi yang sehat hendaklah berziarah ke Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Quba, Masjid Khamsah yang dikoordinasikan oleh majmu’ah, tanpa dipunggut biaya.
  25. Mengikuti ceramah/bimbingan yang diatur oleh Ketua Kloter (TPHI) dan (TPIHI).
  26. Setelah selesai melaksanakan shalat 40 waktu (arba'in), jamaah haji siap berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah atau haji.

 

  • Jamaah haji yang akan pulang ke Tanah Air hendaknya koper sudah disiapkan untuk di timbang maksimal 32 kg/jamaah. Kelebihan barang bawaan dapat dikargokan atas biaya masing-masing jamaah.
  • Jamaah haji yang akan meninggalkan pemondokan menunju Makkah, hendaknya memperhatikan koper, tas tentengan dan barang-barang berharga agar tidak tertinggal.
  • Menaiki bus dengan teratur.
  • Berangkat dari pemondokan dengan berpakaian ihram menuju Miqat Bir Ali untuk berniat ihram umrah atau haji, bagi laki-laki hendaknya sudah tidak memakai pakaian dalam.
  • Saat di Bir Ali, hendaknya memperhatikan nama syarikat (perusahaan bus) dan nomor bus serta menjaga uang dan barang berharga ketika di kamar mandi dan masjid.
  • Selama perjalanan ke Makkah hendaklah memeperbanyak talbiyah.
  • Jamaah haji yang pulang ke Tanah Air baik melalui bandara AMAA Madinah maupun bandara KAIA Jeddah dilarang membawa tas tentengan lebih dari satu, benda-benda tajam, barang yang mudah meledak, dan juga tidak diperkenankan membawa air zamzam karena sudah disiapkan di Tanah Air (debarkasi).
  • Barang-barang berharga seperti handphone, uang, emas, dan lain-lain hendaknya disimpan di tas tentengan yang dibagikan dari penerbangan.