Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Apa yang harus dilakukan apabila tidak sanggup membayar Dam?

  1. Yang harus dilakukan bila jamaah haji melakukan haji Tamattu' dan Qiran tidak sanggup membayar dam, maka wajib mengganti dengan puasa 10 (sepuluh) hari, dengan ketentuan 3 (tiga) hari dilakukan selama dalam ibadah haji dan 7 (tujuh) hari dilakukan sesudah kembali ke Tanah Air. Bila tidak mampu puasa 3 (tiga) hari semasa haji, maka harus melaksanakan puasa 10 (sepuluh) hari di Tanah Air dengan ketentuan sebagai berikut : 3 (tiga) hari pertama dilakukan sebagai pengganti kewajiban berpuasa 3 (tiga) hari di waktu melaksanakan hajinya (Makkah), kemudian berpuasa 7 (tujuh) hari sebagai kewajiban setelah kembali dari hajinya dengan memisahkan antara kedua puasa tersebut minimal 4 (empat) hari.  
  2. Bila dengan sengaja melanggar larangan ihram seperti mencukur rambut, memotong kuku, memakai wangi-wangian, memakai pakaian biasa bagi laki-laki, menutup muka, memakai sarung tangan bagi perempuan, boleh memilih membayar fidyah, bersedakah kepada 6 (enam) orang miskin masing-masing 1/2 sha' (2 mud = 1 1/2 kg) berupa makanan pokok atau berpuasa 3 (tiga) hari.
  3. Bila melanggar larangan berupa membunuh hewan buruan dan tidak sanggup membayar dam, wajib membayar dengan makanan pokok seharga binatang tersebut. Bila benar-benar tidak mampu harus diganti dengan puasa dengan perbandingan setiap hari = 1 mud makanan (3/4 kg beras).  
  4. Bila melanggar larangan yaitu bersetubuh dengan istri/suami baik sebelum tahallul awal maupun sesudah tahallul awal, maka harus bayar kifarat seekor unta, apabila tidak sanggup maka harus menyembelih sapi, bila tidak mampu harus menyembelih 7 (tujuh) ekor kambing, apabila tidak mampu memberi makan seharga unta kepada fakir miskin di tanah haram, kalau juga tidak mampu berpuasa dengan hitungan 1 (satu) hari untuk setiap mud dari harga unta.Pendapat lain mengatakan bahwa jika pelanggaran dilakukan sesuadah tahallul awal damnya seekor kambing.