Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Padang Arafah

  1. Turun dari bus dan memasuki kemah.
  2. Menempati kemah yang telah disediakan oleh maktab, dilengkapi dengan alas tidur berupa hambal tanpa bantal.
  3. Selama di Padang Arafah jamaah haji diurus oleh maktab. Pelayanan yang diberikan antara lain penempatan jamaah di tenda pada saat tiba, pengurusan angkutan ke Mina dan pengurus jamaah haji tersesat jalan, sakit, dan wafat, serta bimbingan ibadah.
  4. Selama di Padang Arafah jamaah mendapat konsumsi 4 (empat) kali makan. Dianjurkan kepada jamaah tetap mengutamakan dan memperbanyak ibadah, berdo'a, dan berdzikir.
  5. Fasilitas kamar mandi/WC sangat terbatas, maka penggunaannya perlu antri dan sabar.
  6. Keluar masuk kamar mandi harus berpakaian yang menutup aurat.
  7. Sambil menunggu saat wukuf, ikutilah ceramah yang disampaikan oleh petugas Kloter.
  8. Apabila ada permasalahan mengenai ibadah dan kesehatan haji hendaklah menghubungi petugas Kloter.
  9. Untuk menghindari terjadinya kebakaran dilarang menyalakan api atau membuang puntung rokok di sembarang tempat.
  10. Agar kondisi fisik tetap prima selama di Padang Arafah, jagalah kesehatan, makan, dan minum yang cukup.
  11. Jangan memaksakan diri ke Jabal Rahmah dan atau memaksakan wukuf di luar kemah.
  12. Apabila merasa sakit segera menghubungi dokter kloter atau melaporkan ke petugas kloter.
  13. Selama di Padang Arafah jamaah haji sebaiknya tetap berada di kemah.
  14. Pengangkutan jamaah haji Padang Arafah ke Muzdalifah dan dari Muzdalifah ke Mina dengan sistem angkutan taraddudi, yaitu sistem angkutan shuttle, di mana armada angkutan secara berkelompok menjemput jamaah dari perkemahan sampai ke tempat tujuan dan berputar kembali menjemput jamaah lain, yang diatur oleh sebuah lembaga pengendali pada pos pusat di terminal Muhassir (antara Padang Arafah dan Muzdalifah). Armada tersebut berputar terus menerus sampai jamaah haji terangkut.