Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Mina

  1. Perkemahan di Mina ditentukan oleh pemerintah Arab  Saudi dan disediakan bagi jamaah haji untuk melaksanakan mabit. Kemah yang disediakan berupa tenda besar dilengkapi alat pendingin udara dan tahan api, setiap tendanya dilengkapi alas tidur berupa karpet tanpa bantal.
  2. Jamaah haji berada di kemah Mina sejak tanggal 10 s.d. 13 Dzulhijjah, bagi yang melaksanakan nafar awal meninggalkan Mina pada tanggaal 12 Dzulhijjah setelah melontar 3 jamarah.
  3. Selama di Mina jamaah haji diurus oleh maktab. Pelayanan yang diberikan antara lain: penempatan jamaah di tenda, pengurusan jamaah haji tersesat jalan, sakit dan wafat, serta bimbingan ibadah dan pengurusan pemberangkatan ke Makkah. Dan selama di Mina mendapat pelayanan katering sebanyak 11 (sebelas) kali makan dengan menu Indonesia, jamaah antri secara berombongan dan mengambil sesuai haknya.
  4. Selama di Mina Jamaah dilarang mencorat-coret/menggambar pada tenda, batu, dinding jamarah, dan lain-lain.
  5. Fasilitas kamar mandi/WC sangat terbatas, maka perlu antri untuk menggunakannya.
  6. Keluar masuk kamar mandi harus berpakaian yang sopan dan menutup aurat.
  7. Selama jamaah haji di Mina dianjurkan banyak istirahat dan dzikir serta tetap menjaga kesehatan sambil melaksanakan ibadah mabit dan melontar sesuai dengan ketentuan manasik.
  8. Melontar jamrah secara beregu atau berombongan.
  9. Bagi jamaah haji yang sakit/udzur termasuk jamaah yang dirawat di rumah sakit, melontar jamrahnya dapat dibadalkan/diwakilkan oleh teman satu regu/rombongannya.
  10. Patuhi jadwal melontar dan jangan melontar pada waktu padat walaupun afdhol/utama.
  11. Setelah selesai melontar segera kembali ke kemah.
  12. Tetap menjaga kesehatan dengan cara beristirahat, makan dan minuman yang cukup.
  13. Pelayanan jamaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) disiapkan fasilitas pelayanan dikoordinasikan oleh sebuah organisasi khusus yang disebut Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, Mina (Satop Armina). Satop Armina dibagi menjadi 3 (tiga) Satuan Tugas (Satgas) sesuai dengan tempat kerjanya, yaitu Satgas Arafah, Satgas Muzdalifah, dan Satgas Mina. Pada masing-masing satgas mempunyai pos pelayanan yang terdiri dari pos komando, pos pelayanan, pos pembantu pada masing-masing kemah (Maktab). Setiap pos memiliki jenis tugas yang sama yaitu memberikan pelayanan umum, kesehatan dan ibadah.