Tuntunan Praktis
Perjalanan Ibadah Haji

Hikmah Haji

Ibadah haji sebagai salah satu rukun islam yang merupakan penutup dan penyempurna dari keislaman seseorang dihadapan Tuhannya. Hikmah ibadah haji ini sangat banyak sekali yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tata urutan rukun dan wajib haji yang dilaksanakannya.

Hikmah tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya, namun secara umum hikmah haji dapat membebaskan seseorang dari dosa-dosa yang pernah diperbuatnya sehingga kembali ke fitrah kesuciannya sebagaimana ia waktu dilahirkan dari rahim ibunya, sesuai sabda Rasulallah Saw:

 مَنْ حَجَّ لِلهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمَّهُ

 (رواه البخارى ومسلم)

Barangsiapa yang melaksanakan haji karena Allah dengan tidak berbuat rafats (kata-kata kotor) dan tidak berbuat fusuk (durhaka), maka ia kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya (tanpa dosa).

(HR. Bukhari dan Muslim).

Kesucian kefitrahan sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut akan menghantarkan seseorang kepada kenikmatan surga sesuai yang disabdakan Rasulallah Saw:

 وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

(متفق عليه)

Haji yang mabrur tiada imbalan yang setara kecuali surga.

(HR. Mutafaq’alaih).