Mengenal Raudhah, Tasreh, dan Adab Ziarah agar Ibadah Lebih Khusyuk

Kategori : Artikel, Tips, Ditulis pada : 21 Juli 2026, 11:02:48

Mengenal Raudhah, Tasreh, dan Adab Ziarah agar Ibadah Lebih Khusyuk

Raudhah-01.jpg

Bagi setiap jemaah haji maupun umrah, mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah selalu punya arti tersendiri. Salah satu momen yang paling dinanti adalah kesempatan berziarah ke Raudhah area kecil namun istimewa yang disebut sebagai "taman surga". Sayangnya, tidak sedikit jemaah yang berangkat tanpa benar-benar memahami apa itu Raudhah, bagaimana sistem izin masuknya (Tasreh), dan adab apa saja yang perlu dijaga agar ibadah di sana benar-benar terasa khusyuk, bukan sekadar buru-buru berebut tempat. Artikel ini merangkum ketiganya secara lengkap.

Mengenal Raudhah, Taman Surga di Masjid Nabawi

Apa Itu Raudhah?

Kata "Raudhah" berasal dari bahasa Arab yang berarti taman atau kebun. Di dalam Masjid Nabawi, istilah ini merujuk pada satu area khusus yang letaknya berada di antara makam Rasulullah ﷺ (bekas rumah Aisyah radhiyallahu anha) dan mimbar tempat beliau berkhutbah semasa hidup. Tempat inilah yang dahulu juga menjadi lokasi Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan salat hingga akhir hayatnya, sehingga kedudukannya sangat istimewa di mata umat Islam. Secara fisik, area Raudhah dapat dikenali dari warna karpetnya yang hijau, berbeda dari karpet merah yang menutupi bagian lain masjid. Menurut catatan yang merujuk pada buku Bekal Haji karya Ustaz Firanda Andirja, luas Raudhah diperkirakan sekitar 22 x 15 meter atau sekitar 330 meter persegi sebuah area yang relatif sempit jika dibandingkan dengan jumlah jemaah dari seluruh dunia yang ingin memasukinya setiap hari. Inilah sebabnya area ini selalu padat dan memerlukan pengaturan kunjungan yang ketat.

Dalil tentang Keistimewaan Raudhah

Keistimewaan Raudhah bersumber langsung dari sabda Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Intinya, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa ruang di antara rumah (makam) dan mimbar beliau merupakan salah satu taman dari taman-taman surga. Hadis inilah yang menjadi dasar mengapa tempat ini dijuluki "Raudhatul Jannah" atau taman surga, dan mengapa begitu banyak jemaah rela mengantre lama demi bisa berdoa di dalamnya.

Tiga Pemaknaan Ulama tentang "Taman Surga"

Para ulama menjelaskan makna "taman surga" pada Raudhah melalui beberapa sudut pandang:

1. Sebagai gambaran suasana surgawi : jemaah yang duduk, berdoa, dan berdzikir di Raudhah kerap merasakan ketenangan batin yang mendalam, sebagaimana ketenteraman yang digambarkan ada di taman-taman surga.

2. Sebagai sebab menuju surga : ibadah yang dilakukan di tempat ini diyakini memiliki keutamaan besar dan dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk meraih surga.

3. Sebagai bagian fisik yang kelak dipindahkan ke surga : sebagian ulama, termasuk penjelasan Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari, memaknai secara lebih literal bahwa lokasi ini kelak benar-benar akan menjadi bagian dari surga di akhirat, sekaligus menjadi simbol kedamaian dan rahmat di dunia.

Menariknya, menurut penjelasan yang merujuk pada pandangan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al'Utsaimin, secara pahala seluruh area di dalam Masjid Nabawi sebenarnya setara merujuk pada hadis bahwa satu kali salat di masjid ini lebih utama dibanding seribu kali salat di masjid lain selain Masjidil Haram. Artinya, meski Raudhah sangat dirindukan karena nilai historis dan spiritualnya, salat dan doa di sudut mana pun di Masjid Nabawi tetap bernilai besar di sisi Allah. Ini penting dipahami agar jemaah tidak merasa "gagal" secara ibadah hanya karena tidak kebagian tempat di Raudhah.

Apa Itu Tasreh?

Pengertian dan Fungsinya

Tasreh adalah dokumen izin resmi atau tiket digital yang diterbitkan otoritas Arab Saudi sebagai syarat wajib bagi jemaah haji maupun umrah yang ingin memasuki area Raudhah. Sistem ini dibuat karena keterbatasan luas Raudhah tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang terus berdatangan, sehingga tanpa pengaturan, area tersebut akan sangat mudah dipenuhi kerumunan yang tidak tertib. Dengan adanya Tasreh, setiap rombongan mendapat jadwal masuk secara bergiliran. Sistem ini membantu petugas menjaga ketertiban dan keamanan jemaah selama berada di area yang padat, sekaligus memberi kesempatan yang lebih adil bagi setiap orang untuk merasakan momen beribadah di Raudhah tanpa harus berdesakan secara berlebihan.

Hal-Hal Penting yang Perlu Dipahami

Beberapa ketentuan seputar Tasreh yang sebaiknya diketahui jemaah sebelum berangkat:

Diurus secara kolektif

Untuk jemaah haji Indonesia, Tasreh umumnya tidak diajukan per orang, melainkan diurus kolektif per kloter oleh petugas bimbingan ibadah di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah.

Kesempatan biasanya hanya satu kali

Karena tingginya animo jemaah dari seluruh dunia, setiap orang umumnya hanya mendapat satu jadwal masuk Raudhah.

Jadwal harus dipatuhi 

Jemaah wajib hadir sesuai slot waktu yang tertera; bila terlewat, biasanya tidak ada penjadwalan ulang.

Ada pemisahan jadwal laki-laki dan perempuan

Demi menjaga kenyamanan dan privasi selama berada di dalam masjid.

Verifikasi di lapangan cukup ketat

Petugas (askar) akan memeriksa Tasreh digital di pintu masuk, sehingga penting untuk memastikan dokumen tersimpan rapi di ponsel.

Cara Mendapatkan Tasreh Cara memperoleh Tasreh berbeda tergantung status keberangkatan:

Jemaah haji : proses ini sepenuhnya difasilitasi oleh petugas kloter atau Daker melalui sistem resmi pemerintah Arab Saudi (aplikasi E-Hajj). Jadwal yang terbit akan disosialisasikan oleh ketua kloter, sehingga jemaah tidak perlu mendaftar sendiri.

Jemaah umrah melalui travel : biasanya dibantu agen perjalanan yang berkoordinasi dengan muassasah setempat sebagai bagian dari layanan paket.

Jemaah umrah mandiri : dapat mengajukan izin secara pribadi lewat aplikasi resmi Nusuk (tersedia di Play Store dan App Store), dengan memastikan data visa dan paspor sudah valid, serta memeriksa ketersediaan kuota secara berkala.

Amalan yang Dianjurkan Saat Berada di Raudhah

Setelah memahami apa itu Raudhah dan bagaimana mendapatkan izin masuknya, langkah berikutnya adalah mengisi waktu yang singkat itu dengan amalan yang tepat.

Sebelum Masuk

Persiapan sebaiknya sudah dimulai sebelum kaki melangkah ke dalam masjid: berwudhu dengan sempurna tanpa terburu-buru, mengenakan pakaian yang sopan dan bersih, lalu masuk masjid dengan kaki kanan disertai doa memohon dibukakan pintu rahmat Allah (Allahumma iftah li abwaba rahmatik). Kesiapan hati dan niat inilah yang sesungguhnya menjadi awal dari adab itu sendiri.

Di Dalam Raudhah

Amalan yang dianjurkan saat berada di Raudhah antara lain: • Melaksanakan salat sunnah tahiyyatul masjid dua rakaat, dengan niat Ushallī sunnata tahiyyatil masjidi rak'ataini adā'an lillāhi ta'ālā.

• Membaca dzikir dan doa secukupnya, mengingat waktu yang terbatas doa-doa pendek yang mencakup banyak permohonan (seperti doa sapu jagat) bisa menjadi pilihan praktis.

• Mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ dengan menghadap ke arah makam (bukan ke arah kiblat), disertai bacaan selawat.

• Setelah keluar dari Raudhah, jemaah tetap bisa melanjutkan salat sunnah mutlak, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berdoa lebih lama di area lain Masjid Nabawi yang tidak seramai Raudhah.

Kalau Waktunya Sangat Singkat

Kondisi di Raudhah sangat bergantung pada kepadatan jemaah kadang hanya tersedia waktu dua sampai tiga menit sebelum diminta bergeser oleh askar. Ini bukan kegagalan ibadah. Doa singkat yang dipanjatkan dengan sepenuh hati jauh lebih bermakna daripada doa panjang yang dilakukan dalam tekanan dan terburu-buru.

Adab Ziarah agar Lebih Khusyuk

Selain amalan, ada adab-adab yang perlu dijaga baik terhadap diri sendiri maupun terhadap sesama jemaah supaya suasana ibadah tetap tenang dan bermakna.

Adab Khusus di Area Raudhah

• Masuk dengan tenang, tidak mendorong atau berteriak, dan tidak duduk di jalur yang dilalui jemaah lain.

• Ingat bahwa banyak jemaah lanjut usia yang juga ingin berkesempatan ke Raudhah, sehingga penting untuk memberi ruang bagi mereka.

• Tidak menargetkan "harus duduk lama dan menangis" fokuskan pada kualitas dan ketulusan doa, bukan durasi.

Adab terhadap Sesama Jemaah

• Jangan melintas di depan orang yang sedang salat; carikan jalan lain atau tunggu hingga selesai.

• Hindari berbicara keras, tertawa keras, atau berkoordinasi panjang lewat telepon di dalam area salat jika perlu berkomunikasi dengan rombongan, lakukan di luar area utama masjid.

• Jaga kebersihan; sampah kecil seperti bekas tisu, bungkus makanan, atau botol air sebaiknya dibuang pada tempatnya, karena kebersihan tanah suci adalah tanggung jawab bersama.

• Bersabar saat mengantre, baik di kamar mandi, titik pengambilan air zamzam, maupun pintu keluar masjid setelah salat berjemaah momen-momen ini sering menjadi ujian akhlak tersendiri.

Soal Foto dan Penggunaan Gawai 

Keinginan mengabadikan momen pertama melihat Ka'bah atau berada di Masjid Nabawi adalah hal yang wajar. Namun, area tawaf maupun sekitar Raudhah bukan tempat untuk berfoto atau berswafoto, karena berhenti di jalur tersebut bisa mengganggu jemaah lain yang sedang beribadah. Jika ingin mengambil foto, pilih area yang tidak mengganggu alur ibadah jemaah lain, dan utamakan kekhusyukan dibanding dokumentasi. Membaca doa dari layar ponsel diperbolehkan, asalkan mode dering dinonaktifkan dan ponsel tidak menyala saat sedang salat.

Jika Tidak Berhasil Masuk Raudhah

Tidak semua jemaah beruntung mendapatkan kesempatan masuk Raudhah, entah karena kepadatan, keterbatasan fisik, atau kuota Tasreh yang habis. Hal ini bukan tanda doa tidak diterima. Faktor logistik seperti kepadatan dan kuota memang kadang di luar kendali jemaah. Berdoa dari luar area Raudhah, dari halaman Masjid Nabawi, atau bahkan dari kamar hotel tetap bernilai ibadah yang sah dan diterima.

Mengejar Saf Pertama vs Menjaga Akhlak

Keutamaan salat di saf pertama memang disebutkan dalam hadis, tetapi keutamaan itu tidak boleh dikejar dengan cara mendorong atau bersikap kasar kepada jemaah lain. Jika saf pertama sudah penuh saat tiba, itu bukan sebuah kegagalan, melainkan bagian dari takdir posisi hari itu. Datang lebih awal, duduk tenang, dan menikmati suasana masjid sebelum iqamah jauh lebih berharga daripada berebut posisi hingga mengorbankan adab.

Tanya Jawab Singkat

Apakah aturan masuk Raudhah untuk laki-laki dan perempuan berbeda? Ya. Jadwal untuk jemaah perempuan umumnya lebih terstruktur dan menggunakan sistem tiket digital, sementara untuk jemaah laki-laki antreannya dikelola secara fisik oleh askar dan bisa lebih fleksibel namun kadang sangat padat.

Bolehkah membawa anak kecil ke Raudhah? Karena area ini sangat padat dan berisiko membuat anak terpisah atau terdesak, umumnya tidak disarankan membawa anak kecil, dan petugas setempat bisa saja meminta anak di bawah usia tertentu untuk tidak masuk.

Bagaimana jika wudhu batal di tengah tawaf? Tawaf yang batal wudhunya harus diulang dari awal setelah berwudhu kembali bukan dilanjutkan dari putaran terakhir.

Bagaimana dengan jemaah yang sedang haid? Jemaah perempuan yang sedang haid tidak diperkenankan masuk area masjid utama maupun melakukan tawaf, namun tetap bisa berdoa dari area luar masjid dan membaca Al-Qur'an dari hafalan tanpa menyentuh mushaf fisik, menurut pendapat mayoritas ulama. Untuk kondisi yang lebih spesifik, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan pembimbing ibadah.

Apakah ziarah ke makam Rasulullah ﷺ wajib? Ziarah ke makam Rasulullah bukan bagian dari rukun umrah maupun haji, tetapi sangat dianjurkan bagi siapa pun yang sedang berada di Madinah, dengan tetap menjaga adab: tidak berteriak, tidak meminta sesuatu kepada makam, dan menjaga ketenangan area.

Penutup

Memahami makna Raudhah, mengurus Tasreh dengan benar, dan menjaga adab selama ziarah adalah tiga hal yang saling melengkapi. Raudhah mengajarkan tentang keutamaan sebuah tempat yang dicintai Allah, Tasreh mengajarkan tentang tertib dan kesabaran mengikuti aturan, sementara adab mengajarkan bahwa ibadah yang khusyuk tidak diukur dari seberapa lama waktu yang didapat, melainkan dari ketulusan hati saat menjalankannya. Semoga persiapan ini membantu setiap jemaah meraih ziarah yang lebih tenang dan bermakna di Masjid Nabawi.

Sumber

1. https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/ar-raudhah-taman-surga-di-masjid-nabawi

2. https://kemenagtuban.com/mengenal-raudhoh-dan-amalan-yang-harus-dilakukan/

3. https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/simpanan/mengenal-tasreh

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id