Arab Saudi Masuki Musim Terpanas, Jemaah Umrah Wajib Waspada Suhu Ekstrem

Kategori : Artikel, Umrah, Ditulis pada : 23 Juli 2026, 13:17:21

Screenshot 2026-07-23 132052.png

Bagi Anda yang berencana umrah dalam waktu dekat, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan: Arab Saudi baru saja memasuki fase cuaca terpanas dalam musim panas tahun ini. Kondisi ini membuat pemerintah setempat mengeluarkan imbauan khusus, termasuk bagi jemaah umrah dan pengunjung yang sedang berada di Tanah Suci.

Apa Itu Jamrat Al-Qaydh?

Arab Saudi resmi memasuki fase yang dikenal dengan nama Jamrat Al-Qaydh, yaitu periode terpanas dalam musim panas di Kerajaan. Fase ini dimulai pada 17 Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus, dengan suhu udara mencapai titik tertinggi di berbagai wilayah.

Menurut penjelasan yang dilansir Saudi Press Agency (SPA) dari anggota Afaq Astronomy Society, Burjas Al-Falih, awal Jamrat Al-Qaydh bertepatan dengan dimulainya periode astronomi kedua rasi Gemini yang dikenal sebagai Al-Han'ah. Fase Al-Han'ah ini berlangsung selama 13 hari dan merupakan fase astronomi keempat dalam musim panas.

Jamrat Al-Qaydh sendiri umumnya berlangsung mulai pertengahan Juli hingga awal Agustus. Selama periode ini, sebagian besar wilayah Arab Saudi mengalami lonjakan suhu yang sangat tinggi disertai angin panas. Di kawasan pesisir, kondisi ini bahkan diperparah oleh meningkatnya kelembapan udara, sehingga suhu terasa jauh lebih menyengat dari angka yang tertera di termometer.

Kenapa Dijuluki "Pemasak Kurma"?

Fase ini telah lama dikenal masyarakat Arab dengan sebutan "Tabbakh Al-Tamr", yang berarti "pemasak kurma". Julukan ini muncul karena suhu panas yang ekstrem mampu mempercepat proses pematangan buah kurma hingga memasuki fase rutab tahap ketika buah kurma mulai matang, bertekstur lembut, dan memiliki kadar air lebih tinggi, sebelum akhirnya berubah menjadi kurma kering. Fenomena musiman ini pun menjadi salah satu penanda penting dalam siklus panen kurma yang telah dikenal turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Imbauan bagi Jemaah Umrah

Menghadapi periode cuaca ekstrem ini, otoritas setempat mengimbau masyarakat maupun jemaah untuk mematuhi sejumlah panduan keselamatan, di antaranya:

  • Hindari aktivitas di luar ruangan pada waktu puncak panas, yaitu mulai tengah hari hingga sore, terutama aktivitas yang membuat tubuh terpapar sinar matahari langsung.
  • Perbanyak konsumsi air dan cairan, untuk mencegah dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), maupun serangan panas (heatstroke).
  • Rencanakan aktivitas ibadah dan ziarah pada jam-jam yang lebih sejuk, seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari setelah matahari terbenam.

Tips Tambahan Agar Ibadah Tetap Nyaman

Selain mengikuti imbauan resmi, ada beberapa langkah praktis yang bisa disiapkan jemaah sebelum dan selama berada di Arab Saudi pada periode ini:

  • Bawa botol minum pribadi agar mudah mengisi ulang air minum kapan saja.
  • Kenakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat, serta gunakan payung atau topi saat harus beraktivitas di luar ruangan.
  • Perhatikan kondisi jemaah lanjut usia atau yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, karena mereka lebih rentan terhadap dampak suhu ekstrem.
  • Segera cari tempat teduh atau ber-AC apabila mulai merasa pusing, lemas, atau tanda-tanda kelelahan akibat panas lainnya.

 

Musim panas ekstrem seperti periode Jamrat Al-Qaydh ini bukan alasan untuk membatalkan rencana umrah, namun perlu disikapi dengan persiapan yang lebih matang. Dengan mengatur waktu aktivitas, menjaga asupan cairan, dan memperhatikan kondisi fisik selama beribadah, jemaah tetap bisa menjalankan umrah dengan aman dan nyaman meski suhu di Tanah Suci sedang berada di titik tertingginya.

Sumber : himpuh

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id