Arab Saudi Permudah Akses Obat Terkontrol bagi Jemaah Umrah, Begini Caranya

Kategori : Artikel, Tips and Trik, Umrah, Ditulis pada : 23 Juli 2026, 12:13:29

Screenshot 2026-07-23 122323.png

Bawa Obat ke Tanah Suci? Ini Aturan Baru dari Arab Saudi untuk Jemaah Umrah

Bagi jemaah yang rutin mengonsumsi obat tertentu, membawa persediaan obat selama umrah sering jadi hal yang bikin was-was. Apalagi jika obat tersebut termasuk kategori yang diawasi ketat oleh otoritas Arab Saudi. Kabar baiknya, kini ada cara yang lebih mudah dan transparan untuk mengurus izinnya sebelum berangkat.

Apa Itu Controlled Drug System (CDS)?

Otoritas Obat dan Makanan Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA) telah meluncurkan sebuah sistem digital bernama Controlled Drug System (CDS) yang bisa diakses melalui cds.sfda.gov.sa. Sistem ini dibuat khusus untuk memudahkan jemaah umrah maupun haji yang membutuhkan obat-obatan dari kategori terkendali (controlled medication), yaitu obat yang mengandung zat narkotika atau psikotropika, seperti sebagian jenis obat penghilang nyeri kuat, obat tidur, obat penenang, hingga obat-obatan tertentu untuk kondisi kejiwaan.

Sebelum ada sistem ini, jemaah yang membawa obat-obatan jenis tersebut harus mengurus izin secara manual, yang kerap memakan waktu dan berisiko menyebabkan antrean panjang di bandara saat pemeriksaan. Dengan CDS, seluruh proses pengajuan izin kini bisa dilakukan secara daring jauh sebelum keberangkatan, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengurusnya secara mendadak begitu tiba di Arab Saudi.

Kenapa Ini Penting bagi Jemaah Umrah?

Banyak jemaah, terutama lansia atau yang punya riwayat penyakit kronis, membawa obat-obatan pribadi selama perjalanan ibadah. Masalahnya, sebagian obat yang beredar bebas di Indonesia justru masuk kategori terkendali menurut regulasi Arab Saudi. Tanpa izin resmi, obat semacam ini bisa disita di perbatasan, bahkan berpotensi menimbulkan masalah hukum bagi pembawanya.

Dengan hadirnya CDS, jemaah bisa mengurus izin resmi jauh-jauh hari, memantau status pengajuannya secara real-time, dan datang ke Arab Saudi dengan dokumen yang sudah lengkap tanpa perlu khawatir direpotkan urusan administrasi di tengah persiapan ibadah.

Cara Mengajukan Izin Lewat CDS

Berikut tahapan yang perlu dilakukan jemaah untuk mengurus izin membawa obat terkendali:

 

  • Buat akun di sistem CDS melalui situs resmi cds.sfda.gov.sa.
  • Unggah dokumen pendukung, yang meliputi:
    • Identitas pasien atau pelaku perjalanan (paspor atau KTP)
    • Resep dokter atau laporan medis
    • Detail penerbangan
    • Data lengkap obat: nama dagang, kandungan, konsentrasi, bentuk sediaan, jumlah, dan kemasan
  • Ajukan permohonan, yang bisa mencakup lebih dari satu jenis obat sekaligus dalam satu pengajuan.
  • Pantau status pengajuan secara berkala, karena sistem akan menampilkan status seperti Submitted (terkirim), Completed (selesai/disetujui), Rejected (ditolak), atau Incomplete (belum lengkap).
  • Cetak izin resmi setelah pengajuan disetujui, untuk ditunjukkan saat pemeriksaan di perbatasan atau bandara.

Syarat Penting yang Wajib Diperhatikan

Agar pengajuan izin berjalan lancar, ada beberapa syarat yang perlu dipastikan jemaah:

 

  • Resep dokter harus mencantumkan kebutuhan medis secara jelas.
  • Obat harus dibawa dalam kemasan asli, sesuai dengan data yang diajukan di sistem.
  • Jumlah obat yang boleh dibawa maksimal setara kebutuhan untuk 30 hari.
  • Izin yang diterbitkan berlaku sesuai jadwal perjalanan yang tercantum dalam pengajuan.

Tips Praktis untuk Jemaah

Agar persiapan lebih matang, ada baiknya jemaah:

  • Mengurus izin CDS jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, idealnya beberapa minggu, agar proses verifikasi memiliki cukup waktu.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan surat resep sudah sesuai format yang dibutuhkan.
  • Menyimpan salinan izin dalam bentuk cetak maupun digital, sehingga mudah ditunjukkan kapan pun diperlukan petugas.
  • Menanyakan kepada travel penyelenggara umrah apakah ada pendampingan khusus untuk jemaah yang membawa obat-obatan terkendali, agar proses di bandara maupun saat kedatangan lebih lancar.

 

Kehadiran sistem Controlled Drug System ini menjadi kabar baik bagi jemaah yang selama ini merasa was-was membawa obat pribadi ke Tanah Suci. Dengan mengurus izin lebih awal dan melengkapi seluruh dokumen yang diminta, jemaah bisa fokus mempersiapkan hati dan fisik untuk ibadah, tanpa perlu khawatir terkendala urusan administrasi obat-obatan di perbatasan.

Sumber 

Himpuh

 

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id